The Things You Can See Only When You Slow Down

Dunia terasa sangat sibuk dan berjalan sangat cepat. Namun, itu bukan berarti kita juga harus berlari mengejar dunia. Untuk dapat berjalan beriringan dengan dunia, anda harus mencapai kedamaian diri, dengan berlatih menguasai ketenangan, dan juga memiliki belas kasihan pada diri sendiri.

Dunia adalah refleksi dari pikiran kita, baik itu pikiran positif maupun pikiran negatif. Jika kita dapat memperlambat diri kita, niscaya dunia juga dapat menyesuaikan untuk berjalan melambat bersama dengan kita.

“Kita mengetahui dunia hanya dari jendela pikiran kita. Saat pikiran kita berantakan, maka dunia juga akan berantakan. Dan ketika pikiran kita damai, dunia juga akan damai. Mengetahui pikiran kita sama dengan mencoba untuk mengubah dunia.”

Setiap aspek yang ada dalam berbagai bidang kehidupan dapat berkembang jika kita telah mencapai mindfulness. Seperti dalam pekerjaan, hubungan, percintaan, spiritualitas, dan mimpi akan masa depan.

Untuk mencapai mindfulness, diperlukan kesadaran akan diri kita sendiri. Kesadaran akan situasi yang sedang berjalan, apa yang sedang dipikirkan, masalah yang dihadapi, dan emosi yang dirasakan.

The Things You Can See Only When You Slow Down terbagi ke dalam delapan sub-bab, yakni “Rest”, “Mindfulness”, “Passion”, “Relationships”, “Love”, “Life”, “The Future”, dan “Spirituality”. Tiap sub-bab dibuka dengan esai yang memuat sejumlah pertanyaan, yang membuat pembaca kemudian merenungkan dan menemukan jawaban dari dirinya.

Tiap-tiap sub-bab menuliskan penjabaran dengan rinci permasalahan yang relevan terjadi di kehidupan yang modern ini, dan diakhiri dengan kalimat pendek yang berisi kata-kata nasihat dan kebijaksanaan.

Dalam hidup, kita belajar melalui kesalahan. Anda tidak dapat merasakan pengalaman baik tanpa terlebih dahulu merasakan pengalaman buruk.

Hadir dalam momen saat ini, rasakan emosi yang berlalu-lalang timbul di saat ini. Saksikan munculnya sebuah pikiran dan kemudian saksikan hilangnya pikiran tersebut.

Mengamati pikiran dan perasaan dalam diri sebagai objek di luar diri, supaya kamu dapat memiliki kendali penuh untuk mengubahnya sesuai dengan kehendakmu.

Untuk menyingkirkan perasaan negatif, penting untuk memisahkan energi dasar emosi tersebut dengan label bahasa yang menyertainya, contohnya seperti rasa marah, dan tunggu dengan tenang hingga energi tersebut berubah menjadi energi yang lain.

Mencoba untuk memaksa seseorang untuk dapat melihat berdasarkan sudut pandang diri kita adalah hasil kerja dari ego.

Ketika kepercayaan seseorang hancur, anda harus berhenti dan beristirahat. Berkumpul dengan orang-orang tersayang dan jaga diri anda sendiri.

Pengampunan adalah hal yang harus dilaksanakan dengan memikirkan bahwa itu dilakukan demi kebaikan diri sendiri, bukan untuk orang lain.

Kita dapat membagikan antusiasme kita secara harmonis dan efektif, ketika kita dapat mengendalikan gairah yang berlebih. Sebab, hal yang penting adalah bukan untuk menjadi benar, melainkan untuk senang bersama-sama.

Kata-kata penyemangat yang dikatakan dengan tulus atas dasar kemurahan hati dan harapan, dapat mengubah masa depan seseorang.