Membaca Buku Itu bermanfaat

Buku pertama kali dibuat di Mesir pada tahun 2400-an SM, hal tersebut berawal dari pembuatan kertas Papirus. Kertas papirus yang berisi tulisan atau rangkaian kata ini digulung dan gulungan tersebut merupakan bentuk buku yang pertama. 

Menurut para ahli lain ada yang mengatakan bahwa cikal bakal buku sudah ada sejak zaman Sang Budha di Kamboja karena pada saat itu Sang Budha menuliskan wahyunya di atas daun dan kemudian membacanya berulang-ulang. Berabad-abad kemudian di Tiongkok, para cendekiawan menuliskan ilmu-ilmunya di atas lidi yang diikatkan menjadi satu. Hal tersebut memengaruhi sistem penulisan di Tiongkok yang huruf-hurufnya ditulis secara vertikal yaitu dari atas ke bawah.

Buku yang terbuat dari kertas baru ada setelah Tiongkok berhasil menciptakan kertas pada tahun 200-an SM dari bahan dasar bambu yang ditemukan oleh Tsai Lun. Kertas membawa banyak perubahan pada dunia. Pedagang muslim membawa teknologi penciptaan kertas dari Tiongkok ke Eropa pada awal abad ke-11. Di sinilah industri kertas bertambah maju. Apalagi dengan diciptakannya mesin cetak oleh Johann Gutenberg, perkembangan dan penyebaran buku mengalami revolusi. Kertas yang ringan dan dapat bertahan lama dikumpulkan menjadi satu dan terciptalah buku.

Lalu apa manfaat dari sebuah buku?

  1. Otak merupakan salah satu organ tubuh yang memerlukan latihan agar tetap kuat dan sehat seperti organ tubuh yang lainnya. Dengan membaca buku dapat menjaga otak agar bisa tetap aktif sehingga dapat melakukan fungsinya secara baik dan benar. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa dengan membaca buku dapat merangsang mental bahkan dapat mencegah penyakit Alzheimer dan demensia.
  2. Kegiatan membaca yang dilakukan selama beberapa menit dapat menekan perkembangan hormon stress seperti hormon kortisol. Dengan membaca dapat membuat pikiran lebih santai sehingga hal tersebut dapat membantu menurunkan tingkat stress hingga 68%. bahkan mengurangi gejala depresi.
  3. Buku adalah jendela dunia, buku bisa menambah pengetahuan dan wawasan dengan sudut pandang berbeda
  4. Sebuah studi menunjukkan, mereka yang rutin membaca buku selama 30 menit per hari, angka mortalitasnya (kematian akibat berbagai penyakit) akan berkurang setidaknya 23 persen dibandingkan mereka yang tidak memiliki kebiasaan membaca buku. Jenis bacaan ikut memberikan pengaruh. Sebuah penelitian dengan durasi yang lebih panjang juga mengatakan, mereka yang rutin membaca buku cenderung hidup dua tahun lebih lama dibandingkan mereka yang tidak membaca atau membaca majalah, koran, atau media lainnya.

Jadi selama pandemi ini 2020-2021, membaca buku bisa membantu kamu – kamu yang lagi galau akibat kebanyakan konsumsi media sosial. malah media sosial malah memperburuk kondisi kamu yang sedang strees. Kalau kamu ada pendapat berbeda, feel free untuk comment di ig atau email. Semoga informasinya bermanfaat. terima kasih.