Website ini cocok untuk siapa saja yang ingin membawa perubahan positif dalam hidup mereka dan lingkungan sekitar. Dengan menyebarkan pesan kebaikan, kita tidak hanya meningkatkan kualitas hidup kita sendiri tetapi juga menciptakan dunia yang lebih damai dan penuh cinta.
“Mulailah hari ini dengan sebuah senyuman, dan akhiri dengan kebaikan yang membawa kebahagiaan bagi orang lain.”
Knowledge atau pengetahuan adalah informasi yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan merupakan hasil dari penginderaan terhadap segala sesuatu yang telah terjadi dan dilewati berdasarkan pengalaman.
Dalam dunia kerja, pengetahuan merupakan salah satu bekal utama yang penting dimiliki untuk menjamin keberlangsungan organisasi. Pengetahuan yang dimiliki seseorang sangat bergantung pada keberhasilannya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
Dalam pembelajaran, pengetahuan merupakan salah satu komponen penting yang tidak boleh diabaikan. Pengetahuan merupakan aspek kognitif yang terkait dengan apa yang diketahui, seperti teori, konsep, fakta, atau rumus.
Menurut Nonaka dan Takeuchi (1995), terdapat dua jenis knowledge, yaitu: Tacit Knowledge, Explicit Knowledge.
Dalam dunia kerja, pengetahuan harus dikombinasikan dengan keterampilan (skill) dan sikap (attitude) untuk mencapai kesuksesan
- Tacit Knowledge:
- Pengetahuan Implisit: Pengetahuan yang sulit diartikan, dijelaskan, atau diukur.
- Berbasis Pengalaman: Terbentuk dari pengalaman pribadi, intuisi, dan keterampilan yang diperoleh melalui praktik.
- Sulit Ditransfer: Sulit untuk didokumentasikan atau diajarkan secara formal.
- Contoh Lain: Kemampuan seorang seniman untuk menciptakan karya seni yang unik, intuisi seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, atau keterampilan seorang atlet dalam melakukan gerakan tertentu.
- Explicit Knowledge:
- Pengetahuan Eksplisit: Pengetahuan yang mudah diartikulasikan, didokumentasikan, dan dibagi.
- Berbasis Fakta: Berupa fakta, data, prosedur, atau konsep yang dapat dijelaskan secara objektif.
- Mudah Ditransfer: Dapat dikomunikasikan melalui berbagai media, seperti buku, artikel, atau presentasi.
- Contoh Lain: Resep masakan yang tertulis, manual pengguna suatu perangkat, atau teori ilmiah yang dijelaskan dalam buku teks.
Pentingnya Memahami Keduanya
- Knowledge Management: Dalam manajemen pengetahuan, memahami perbedaan antara tacit dan explicit knowledge sangat penting untuk mengoptimalkan transfer pengetahuan dalam organisasi.
- Pembelajaran: Dalam proses pembelajaran, baik formal maupun informal, keduanya berperan penting. Tacit knowledge diperoleh melalui praktik dan pengalaman, sedangkan explicit knowledge diperoleh melalui pembelajaran formal.
- Inovasi: Kombinasi antara tacit dan explicit knowledge seringkali menjadi kunci dalam menciptakan inovasi baru.
Konversi Antara Tacit dan Explicit Knowledge
- Dari Tacit ke Explicit: Proses ini disebut knowledge codification. Contohnya, seorang ahli dapat menulis buku tentang keahliannya, atau perusahaan dapat membuat manual prosedur berdasarkan pengalaman para karyawannya.
- Dari Explicit ke Tacit: Proses ini terjadi ketika seseorang mempelajari informasi dari sumber eksternal (seperti buku atau pelatihan) dan kemudian menerapkannya dalam praktik, sehingga menjadi bagian dari pengetahuan implisitnya.
Pengetahuan logika adalah pengetahuan tentang logika, sedangkan pengetahuan inferensial adalah pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan logika.
Logika adalah ilmu pengetahuan yang membahas cara berpikir yang benar dan rasional. Logika berperan penting dalam pengembangan pengetahuan, dan menjadi dasar untuk berpikir yang lurus, tepat, dan sehat.
Logika memiliki beberapa fungsi, di antaranya: Menyelidiki, Merumuskan, Menerapkan hukum-hukum yang ditepati.
Untuk memahami logika, seseorang perlu belajar tentang:
- Berbagai bentuk penalaran, seperti deduktif, induktif, dan analogi
- Konsep-konsep dasar seperti premis, konklusi, argumen, dan validitas
Logika dapat dibedakan menjadi dua, yaitu logika naturalis (logika alamiah) dan logika artifisialis (logika ilmiah)
Logika adalah salah satu kata yang sering didengar dan berkaitan dengan pemikiran, tidakan, serta proses suatu kegiatan. Logika diperkenalkan pertama kali oleh ilmuan terkemuka zaman kuno bernama Aristoteles. Dilansir dari Stanford Encyclopedia of Philosophy, logika Aristoeles terutama silogisme memiliki pengaruh yang sangat besar dalam sejarah pemikiran barat dan mendapat penghormatan selama berabad-abad. Logika dalam ilmu pengatahuan digunakan sebagai kerangka berpikir yang logis berisikan aturan-aturan benar atau tidaknya suatu praktek keilmuan. Logika memungkinkan manusia berpikir secara analitik dan terstruktur dalam memecahkan atau menyimpulkan suatu masalah.
Dalam ilmu pengetahuan logika terdapat metode yang dinamakan analisis, klasifikasi, dan definisi.
Analisis
Pengertian: Membongkar suatu masalah atau konsep menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar lebih mudah dipahami.
Contoh: Membongkar sebuah jam untuk mengetahui cara kerjanya.
Tujuan: Memahami bagian-bagian penyusun suatu hal dan hubungan antar bagian tersebut.
Klasifikasi
Pengertian: Mengelompokkan benda atau konsep berdasarkan kesamaan sifat atau ciri-ciri tertentu.
Contoh: Mengelompokkan hewan menjadi mamalia, reptil, dan burung.
Tujuan: Membuat suatu sistem pengorganisasian yang memudahkan pencarian dan pemahaman.
Definisi
Pengertian: Menjelaskan secara singkat dan jelas arti atau makna suatu kata, istilah, atau konsep.
Contoh: Mendefinisikan “kursi” sebagai “perabot tempat duduk”.
Tujuan: Menghindari kesalahpahaman dan memastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama.
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari:
Misalnya, kita ingin memahami mengapa tanaman layu.
Analisis: Kita akan memeriksa akar, batang, daun, dan tanah untuk mencari penyebabnya.
Klasifikasi: Kita akan mencoba mengklasifikasikan penyebabnya, apakah karena kekurangan air, penyakit, atau hama.
Definisi: Kita akan mencari definisi dari istilah-istilah seperti “layu”, “klorofil”, dan “hama”.
Singkatnya:
Analisis itu seperti membedah.
Klasifikasi itu seperti menyortir.
Definisi itu seperti memberi nama.
Ketiga konsep ini saling berkaitan dan sering digunakan bersama dalam proses berpikir dan pemecahan masala