Beberapa waktu ini, dikenalkan dengan masalah kesehatan mental khususnya di Indonesia.
Kemudian sayapun mencari informasi seputar hal tersebut. dan cukup mengejutkan ada jurnal penelitian yang menyatakan bahwa 1 dari 20 remaja mengalami masalah kesehatan mental.
Kesehatan mental adalah kondisi di mana seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri, mampu mengelola emosi, menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. Secara sederhana, ini mencakup bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Kesehatan mental yang baik berarti seseorang:
- Memiliki emosi yang stabil: Bisa mengelola stres, sedih, atau marah dengan cara yang sehat.
- Berpikir positif: Mampu melihat sisi baik dalam hidup dan belajar dari pengalaman buruk.
- Memiliki hubungan sosial yang sehat: Dapat berkomunikasi dengan orang lain, memahami, dan mendukung satu sama lain.
- Produktif: Mampu melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik, termasuk bekerja, belajar, atau bersantai.
- Memiliki tujuan hidup: Merasa hidupnya berarti dan memiliki motivasi untuk maju.
Gangguan kesehatan mental terjadi ketika ada tekanan berat, masalah yang sulit diatasi, atau kondisi biologis yang memengaruhi pikiran dan perasaan seseorang, seperti depresi atau kecemasan. Dukungan dari keluarga, teman, dan profesional kesehatan mental dapat membantu menjaga dan memulihkan kesehatan mental.
Saya penasaran dengan kondisi biologis, dalam arti apakah makanan yang kita makan dapat mempengaruhi emosi kita?
terdapat artikel yang menjelaskan sebagai berikut :
Peran zat gizi selanjutnya, yaitu Asam Amino (Protein) yang berperan sebagai memperbaiki sel-sel yang rusak. Dengan mengonsumsi cukup protein, maka protein yang disebut dengan “Triptofan” akan membantu meningkatkan hormon “Serotonin”. Hormon tersebut dapat membuat seseorang merasa lebih baik. Bahan makanan yang mengandung zat gizi ini, antara lain protein hewani (telur, daging, makanan laut dan produk susu) dan protein nabati (kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian). Kemudian, peran Vitamin B12 adalah melindungi serta memelihara sel saraf, termasuk sel saraf pada otak sehingga mampu membantu untuk mengurangi risiko gejala gangguan suasana hati (mood). Bahan makanan yang memiliki kandungan vitamin B12, antara lain daging sapi, kerang, ikan tuna, dan yogurt. Ada peran zat gizi lainnya, seperti Vitamin A, C, E dan D. Peran Vitamin A, C, dan E adalah sebagai antioksidan yang membantu menghilangkan radikal bebas. Bahan makanan yang memiliki kandungan Vitamin A, seperti wortel, ubi jalar, brokoli, bayam, paprika merah, dan apricot. Bahan makanan yang memiliki kandungan tinggi Vitamin C, seperti jeruk, kiwi, stroberi, dan tomat. Bahan makanan yang memiliki kandungan Vitamin E, seperti biji bunga matahari dan kacang almond. Sedangkan, peran Vitamin D di sini adalah dapat membantu memperbaiki gejala depresi seseorang. Vitamin D dapat diperoleh dari fortifikasi susu atau jus dengan tinggi vitamin D, telur dan dari sinar matahari.
Dalam upaya preventif kesehatan mental, ada peran zat gizi Selenium, yaitu dengan membantu dalam meningkatkan suasana hati (mood) dan mampu mengurangi rasa kecemasan pada seseorang. Bahan makanan yang mengandung selenium, antara lain oatmeal, kacang-kacangan, ikan, dan daging. Kemudian, peran Zinc adalah salah satu zat gizi yang dapat meningkatkan suatu sistem kekebalan pada tubuh dan mampu membantu menurunkan kadar depresi. Beberapa penelitian menjelaskan bahwa kadar zinc lebih rendah pada orang-orang yang mengalami depresi dan zinc dapat berperan membantu obat antidepresan bekerja lebih efektif. Bahan makanan yang mengandung zinc, yaitu daging tanpa lemak, seafood, biji-bijian dan kacang-kacangan. Yang terakhir, ada peran Probiotik, yaitu mampu membantu dalam meningkatkan jumlah bakteri menguntungkan di usus. Adanya mikrobiota usus yang sehat dapat membantu mengurangi gejala serta risiko munculnya depresi. Bukti menunjukkan peran penting mikrobiota dalam mengatur berbagai aspek perilaku dan kesehatan mental, serta komorbiditas yang terkait dengan gangguan makan dan metabolisme. Bahan makanan yang mengandung probiotik, yaitu yogurt dan kefir.
jadi ada beberapa hal mempengaruhi mental seseorang
- pengalaman extreem hidup
- pengaruh yang salah dan berulang – ulang di masa kecil
- lingkungan sehari-hari
- biologis, kondisi kimia otak bisa faktor turunan.
- pengaruh efek samping dari makanan dan obat-obatan
tidak sesederhana itu. karena otak itu bagian yang paling kompleks dari tubuh manusia.
Untuk yang mau dengan jurnalnya, kalian bisa kirim email requestnya, akan saya forward jurnalnya. terima kasih.