“Buddha” yang berarti “yang telah sadar” atau “yang telah terjaga”. Istilah ini berasal dari bahasa sansekerta “Budh” (terjaga, menyadari, memahami). Kata “Buddha” menjadi gelar untuk seseorang yang telah mencapai Pencerahan Sempurna .
Siapakah Sang Buddha?
Sebelum mencapai pencerahan sempurna, Sang Buddha adalah seorang pangeran yang bernama Siddhartha Gautama dari Kerajaan Sakya. Beliau lahir di Taman Lumbini pada tahun 563 sebelum Masehi. Pada usia 29 tahun, Beliau menyadari bahwa manusia mengalami penderitaan seperti sakit hingga kematian, sehingga beliau memutuskan meninggalkan kehidupannya untuk mencari kebahagian sejati. Setelah 6 tahun berjuang mempraktikkan berbagai cara penyangkalan diri secara keras yang berakhir dengan kegagalan, pada akhirnya Beliau menemukan “Jalan Tengah” untuk mengakhiri penderitaan dan mencapai pencerahan sempurna menjadi seorang Buddha. Selama 45 tahun, Buddha mengajarkan Dhamma ke semua orang hingga akhirnya pada usia 80 tahun Buddha Parinibbana.
Selama 45 tahun Sang Buddha telah mengajarkan Dhamma, terutama dalam mengajarkan tentang memahami penderitaan hidup dan cara mengatasinya yang tercantum dalam 4 kebenaran mulia.
Empat Kebenaran Mulia (Cattari Ariya Saccani):
1. Kebenaran Mulia tentang Dukkha (Dukkha Ariya Sacca)
2. Kebenaran Mulia tentang sebab Dukkha (Dukkha Samudha Ariya Sacca)
3. Kebenaran Mulia tentang Terhentinya Dukkha (Dukkha Nirodha Ariya Sacca)
4. Kebenaran Mulia tentang Jalan Menuju Terhentinya Dukkha (Dukkha Nirodha Gamini Patipada Ariya Sacca)
Saya share mengenai ini, ingin menjelaskan bahwa Buddha itu istilah atau sebutan kepada orang tertentu yang telah mencapai penerangan sempurna. Konsep ini menarik, karena siapa saja bisa menjadi Buddha dengan cara melatih diri. Dan konsep yang menarik dari ajaran Buddha adalah Ehipasiko yang memiliki arti “datang dan buktikan” jadi sesuai dengan konsep kita bahwa segala sesuatu di dunia modern ini, pengetahuan butuh pembuktian. Bagaimana teknologi tercipta ini merupakan kecerdasan manusia.