Bijaksana

orang bijaksana itu merencanakan sesuatu dengan matang

menurut wikipedia bijaksana itu

  1. selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan ilmu pengetahuannya); arif; tajam pikiran
  2. pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dsb.) apabila menghadapi kesulitan dsb

Bijaksana adalah kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat atau menasihati orang lain untuk berperilaku yang dapat mendatangkan kebaikan. Pasalnya, kebijaksanaan sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia.

Ciri-ciri orang bijaksana

1. Mampu mengatur diri sendiri

Ciri-ciri orang bijaksana yang pertama adalah memiliki kemampuan mengatur dirinya sendiri. Artinya, orang bijak bisa mengatur emosi sehingga mampu berpikir jernih dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan yang positif. 

Orang bijak mampu menimbang seberapa berat situasi yang dialami untuk memperhitungkan dampak keputusan yang diambil, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. 

2. Memiliki budi luhur 

Ciri-ciri orang bijaksana selanjutnya adalah berbudi luhur dalam bertindak, membuat keputusan, dan menasihati orang lain. Hal-hal tersebut dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan semua orang yang terlibat, tidak subjektif, egois, ataupun memihak. 

Seseorang bisa saja cerdas dan tahu cara terbaik untuk mendapatkan hal-hal yang diinginkan. Namun, jika tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut merugikan orang lain, maka orang tersebut tidak bisa dianggap bijak.

3. Menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran 

Orang bijaksana biasanya juga mampu melihat dan mengenali pola dalam situasi tertentu sebelum mengambil keputusan atau bertindak. Mereka tahu bagaimana dan kapan menerapkan pengetahuan dan pengalaman masa lalu ke situasi yang baru.  

Itu sebabnya, sejumlah psikolog berpendapat bahwa orang yang bijaksana biasanya adalah orang yang memiliki banyak pengalaman. Meski begitu, belum tentu orang yang lebih tua adalah orang yang bijak.

4. Mempertimbangkan segala kemungkinan sebelum mengambil keputusan

Seseorang bisa saja berada dalam situasi atau lingkungan yang tidak menyenangkan. Orang bijak akan menimbang apakah mereka perlu beradaptasi dengan kondisi tersebut atau justru mencari cara untuk melakukan perubahan agar situasi berjalan sesuai keinginan mereka, tanpa merugikan pihak mana pun.

Selain itu, orang bijak juga akan mempertimbangkan apakah mereka perlu mencari lingkungan baru untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Mereka juga akan mengukur apakah lingkungan baru tersebut dapat memberikan kenyamanan atau justru tidak jauh berbeda dengan lingkungan sebelumnya.

5. Mampu memanfaatkan situasi terburuk dengan sebaik-baiknya

Ada kalanya hidup tidak sesuai dengan harapan Anda. Alih-alih berputus asa atas kegagalan, orang bijak mampu memanfaatkan situasi yang kurang ideal dengan sebaik-baiknya. 

Oang bijak tahu cara menghadapi kekecewaan dan memahami tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi dampak negatif tersebut. 

Cara menjadi orang yang bijak

Psychology Today membagikan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjadi orang yang bijaksana :

1. Jujur terhadap diri sendiri

Langkah awal untuk menjadi seseorang yang bijaksana adalah jujur kepada diri sendiri. Anda perlu memiliki tingkat kesadaran diri atau self-awareness berupa:

  • Menyadari dan mampu mendefinisikan emosi 
  • Menyadari value atau nilai diri Anda
  • Mengetahui prioritas dalam hidup Anda
  • Memahami arti menjadi orang yang baik
  • Mengetahui apa yang Anda inginkan
  • Mampu menggunakan insting Anda
  • Mampu memberi tahu diri sendiri terkait apa yang Anda butuhkan
  • Menyadari dan mengakui kesalahan
  • Mengambil tanggung jawab penuh terhadap keputusan dan tindakan, tanpa menyalahkan orang lain

2. Jujur terhadap orang lain 

Setelah menerapkan kejujuran pada diri sendiri, ini bisa menjadi landasan untuk jujur terhadap orang lain. Anda mampu dan berani untuk mengungkapkan diri Anda sepenuhnya kepada orang lain, tanpa harus berpura-pura. 

3. Fokus pada proses, bukan hasil 

Alih-alih fokus pada hasil, cobalah untuk memberikan perhatian dan energi Anda pada proses yang sedang Anda jalani. Hindari berharap terlalu dalam terhadap hasil, nikmati setiap prosesnya. 

Fokus pada proses berarti fokus pada saat ini, yakni sesuatu yang bisa Anda kendalikan. Hasil adalah kemungkinan di masa depan yang berada di luar kendali Anda. Ini bisa menghindari Anda dari rasa kecewa atau frustasi. 

4. Dengarkan kata hati Anda 

Dalam proses mencapai tujuan, bisa saja Anda terlalu fokus pada hasil sehingga justru mengabaikan diri sendiri.

Cobalah sesekali melihat ke dalam diri. Anda bisa secara berkala memperlambat diri dari segala proses yang sedang dijalani untuk memeriksa keadaan hidup Anda. 

Lalu, perhatikan suara-suara internal yang tenang dalam diri Anda. Terkadang, suara hati dapat memberi tahu apa yang benar-benar Anda butuhkan dalam hidup. 

5. Belajar dari kesalahan

Untuk menjadi orang yang bijaksana, Anda harus mencoba melihat kesalahan di masa lalu sebagai sebuah pembelajaran serta tidak mudah terjebak dalam situasi. 

Alih-alih menyesal dan menghukum diri atas kesalahan, Anda bisa menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran. Ini bisa membuat Anda lebih bijaksana dalam menjalani hidup dan mencegah melakukan kesalahan yang sama di kemudian hari. 

6. Punya selera humor 

Cobalah mengubah perspektif Anda agar dapat menghadapi sesuatu dengan lebih santai. Anda bisa menempatkan sesuatu yang tampak seperti masalah besar ke dalam perspektif lain, sehingga tidak semua terasa begitu penting atau berlebihan.  

7. Percaya bahwa Anda memiliki kontribusi dalam kehidupan

Tak peduli tujuan apa yang ingin Anda capai dalam hidup, percayalah bahwa Anda memiliki sesuatu untuk dilakukan. Anda harus meyakini bahwa keberadaan dan usaha Anda memiliki arti. 

8. Baik terhadap semua orang

Di mana pun Anda berada, kebaikan akan menciptakan kehidupan yang lebih baik, tanpa permusuhan atau kebencian. Anda harus membangun empati dengan  melihat bahwa setiap orang memiliki perbedaan dan masalah hidup masing-masing.  

9. Latihan imajinasi

Latihan imajinasi singkat berikut ini mungkin bisa membantu Anda merefleksikan diri dan menjadi orang yang lebih bijaksana: 

  • Cobalah mengambil posisi duduk yang nyaman.
  • Pejamkan kedua mata.
  • Ambil napas dalam-dalam untuk membantu Anda lebih tenang.
  • Bayangkan diri Anda di masa depan sebagai seorang yang berpengalaman dan bijaksana. Bayangkan beberapa orang menghampiri Anda dengan pertanyaan: apa yang telah Anda pelajari selama hidup?
  • Dengarkan apa yang Anda katakan dan bagaimana reaksi Anda terhadapnya.