Survivorship bias atau bias kebertahanan adalah suatu cara berpikir yang hanya berfokus pada kelompok yang telah berhasil dan mampu bertahan hidup.
Orang dengan pola pikir ini sering menganggap bahwa keberhasilan kelompok tersebut menjadi satu-satunya “kunci” untuk meraih kesuksesan yang sama.
Namun, orang tersebut juga memiliki kecenderungan untuk mengabaikan kelompok yang gagal.
Saat melihat suatu keberhasilan, orang dengan bias bertahan hidup mungkin berpikir, “Jika mereka saja bisa, mengapa saya tidak?”
Pola pikir ini bisa menimbulkan kesan bahwa kesuksesan adalah sesuatu yang bisa Anda capai dengan mudah, padahal di baliknya ada kegagalan-kegagalan yang mesti Anda lalui.
Anda yang memiliki bias bertahan hidup lebih rentan melakukan kesalahan. Hal ini karena diri Anda hanya berfokus pada hasil, tetapi tidak memedulikan proses.
Dampak survivorship bias
Survivorship bias dapat menimbulkan dampak negatif pada berbagai aspek kehidupan Anda. Berikut adalah beberapa contohnya.
- Penilaian yang tidak akurat
Kesalahan berpikir ini menyebabkan penilaian yang tidak akurat karena Anda hanya mempertimbangkan pengalaman dari orang-orang yang sukses. Ini bisa membuat Anda berpikir terlalu positif atau optimistis.
Sebagai contoh, Anda banyak mendengar cerita orang yang mendapatkan untung besar dari saham. Alhasil, Anda terlalu optimistis bisa mendapatkan keuntungan yang sama karena banyak orang telah mengalaminya.
- Pandangan yang tidak realistis
Melihat gambaran orang lain yang berhasil dapat menimbulkan kecemasan dan ketidakpuasan pada diri sendiri. Hal ini bisa meningkatkan risiko gangguan mental, seperti stres dan depresi. - Pengambilan keputusan yang tidak tepat
Beberapa keputusan yang diambil berdasarkan survivorship bias membuat Anda “buta” pada kemungkinan adanya tantangan. Contohnya, Anda percaya bahwa suatu usaha dengan modal kecil bisa menghasilkan untung besar.
Ini membuat persiapan Anda jadi kurang memadai sehingga Anda lebih rentan mengalami kegagalan.
- Pengembangan diri yang terhambat
Terjebak dalam bias bertahan hidup bisa menghambat pengembangan diri karena Anda hanya terinspirasi oleh keberhasilan orang lain tanpa memahami tantangan dan kegagalan yang juga dialaminya.
Akibatnya, Anda tidak memahami bagaimana cara menghadapi kegagalan dengan baik. Hal ini tentu bisa berdampak besar bagi banyak aspek kehidupan Anda.
Cara mengatasi survivorship bias
Survivorship bias adalah kecenderungan kita untuk hanya fokus pada orang atau hal yang berhasil, dan mengabaikan mereka yang gagal. Ini bisa menyesatkan dalam pengambilan keputusan. Berikut cara mengatasinya:
- Cari Informasi yang Lebih Lengkap: Jangan hanya dengarkan kisah sukses. Cari tahu juga tentang kegagalan dan tantangan yang dialami orang lain.
- Gunakan Data: Jangan hanya mengandalkan cerita orang. Gunakan data untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat.
- Berpikir Kritis: Jangan langsung percaya semua yang Anda dengar. Pertanyakan dan cari tahu lebih dalam.
- Pertimbangkan Semua Sudut Pandang: Jangan hanya melihat dari satu sisi. Coba lihat masalah dari berbagai perspektif.
- Tanyakan Diri Sendiri: Pastikan Anda sudah mempertimbangkan semua risiko dan tantangan sebelum mengambil keputusan.
Mengapa Penting Mengatasi Survivorship Bias?
- Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: Dengan memahami semua faktor, Anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat.
- Mencegah Kekecewaan: Anda akan lebih siap menghadapi tantangan dan kegagalan.
- Memahami Konteks: Anda akan lebih memahami mengapa sesuatu berhasil atau gagal.